Advokasi Pengelolaan Keuangan Daerah (APBD), Pelayanan Publik, Lumpur Lapindo, Pendampingan Masyarakat

Jumat, 15 Januari 2010

USAHA KECIL MENENGAH BUTUH PERTOLONGAN PEMERINTAH

Usaha kecil menengah (UKM) merupakan bagian dari kekuatan ekonomi rakyat. Maju dan tidaknya UKM bagian dari cerminan konsistensi pemerintah dalam membangun ekonomi kerakyatan. Usaha kecil menengah di Kabupaten Sidoarjo sangatlah terpuruk. Banyak masyarakat yang mempunyai potensi untuk mengembangkan usahanya tetapi mereka tidak mempunyai modal yang cukup. Misalkan di Kecamatan Tanggulangin (pengrajin sepatu, dompet, tas, dll). Hari ini mereka membutuhkan bantuan yang cukup untuk mengembangkan usahanya.

Yang menjadi problem adalah selamanya mereka tidak mampu membendung arus distribusi produk dari luar negeri (impor) yang semakin membabi buta. Para pengrajin lagi butuh modal dan distribusi produk yang jelas, disisi lain arus produk negeri sangat besar. Sehingga problem yang dihadapi oleh UKM sangatlah komplek.
Pada perencanaan tahun 2010 harusnya pemerintah menjadikan ”pemberdayaan UKM” menjadi bagian dari prioritas pembangunan. Bukan berari pada tahun-tahun sebelumnya kurang perhatian, melainkan strategi yang digunakan oleh pemerintah dapat kita nilai kurang efektif. Pemerintah hanya memberikan dana bergulir terhadap beberapa UKM potensial, tetapi tidak ada skema pendampingan yang dilakukan oleh tim (pemerintah). Program yang dimaksud tidak hanya distribusi bantuan (dana bergulir) melainkan pemberdayaan dengan membuka pasar bagi mereka agar dapat berkembang.

Selanjutnya, UKM tidak dapat berkembang pesat karena pemerintah tidak mengatur dengan peraturan daerah tentang batasan—masuknya--barang luar negeri ke Sidoarjo. Padahal hal tersebut tidak dapat dibiarkan, dan menjadi faktor kompetisi produk yang tidak sehat; produk luar negeri mempunyai kualitas yang sama dan harganya lebih rendah dari produk lokal.

Alokasi anggaran/program yang akan dirumuskan pemerintah pada tahun anggaran 2010 tidak hanya memberikan bantuan modal (financial) untuk UKM, melainkan juga harus dibarengi dengan pendampingan pemberdayaan dalam rangka mengembangkan potensi, membuka pasar mereka lebih luas, dan menerbitkan peraturan daerah dalam rangka memberikan batasan kepada produk luar negeri di Kabupaten Sidoarjo.

Tidak hanya produk warga masyarakat di Kecamatan Tanggulangin (tas, dompet, jaket, sepatu, dll), keterpurukan juga dialami oleh masyarakat pengrajin yang lain, seperti tempe, sayangan, dan kerupuk di Kecamatan Candi.

Kita tahu toko besar Tanjung di Jalan Mojopahit, disana tersedia berbagai macam makanan yang menjadi ”khas” masyarakat Sidoarjo yang bahan bakunya dari ikan. Bahkan, setiap waktu kita menemui pengunjung yang datang dari luar Kabupaten Sidoarjo. Kalau kemudian kita tahu bahwa produk yang berlebel ”Tanjung” bukan karyawan mereka yang memproduksi, tetapi pengusaha kecil di pojok Timur Kecamatan Candi. Hasil produksi mereka dibeli oleh Toko Tanjung dan diberi merk.

0 komentar:

Posting Komentar