Advokasi Pengelolaan Keuangan Daerah (APBD), Pelayanan Publik, Lumpur Lapindo, Pendampingan Masyarakat

Kamis, 25 November 2010

KRITIK TERHADAP DRAFT RPJMD SIDOARJO 2011-2015 (TIDAK INOVATIF DAN SEBAGIAN ITEM COPY PASTE)

Jum’at, 19 Nopember 2010, Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten Sidoarjo (BAPPEDA) mengundang sebagian lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang ada di Kabupaten Sidoarjo, guna memberikan masukan terhadap rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sidoarjo 2011-2015, di ruang kepala BAPPEDA.

Kalaupun kita cermati dari draft yang dibuat oleh tim BAPPEDA masih belum ada gagasan yang bersifat inovatif dan cenderung stagnan (jalan di tempat). Mestinya Tim yang dibentuk BAPPEDA sebelum merumuskan rancangan RPJMD tentunya mereka membuat evaluasi terhadap problem-problem yang mengikuti rumusan sebelumnya (2006-2010), tidak justru rumusan kemarin—yang gagal—dicopy paste.

Visi pembangunan Sidoarjo dalam lima tahun ke depan—hasil rumusan tim BAPPEDA—yakni,” Menuju Sidoarjo Sejahtera, Mandiri, dan Berkeadilan” secara redaksional pada penjelasan kata “sejahtera dan mandiri” dalam rancangan RPJMD 2011-2015 sama persis dengan yang ada dalam dokumen RPJPD 2006-2025 (copy paste). Dalam pasa 5, ayat 2, UU/25 tahun 2004 bahwa “ RPJM Daerah merupakan penjabaran dari visi, misi, dan program Kepala Daerah yang penyusunannya berpedoman pada RPJP Daerah dan memperhatikan RPJM Nasional, memuat……” artinya bahwa visi dan misi yang terdapat dalam RPJMD 2011-2015 mestinya memuat penjabaran visi dan misi yang berada dalam RPJPD, tidak justru copy paste—secara redaksional—pada dokumen RPJPD.

Selanjutnya, tentang isu-isu strategis yang dirumuskan dalam rancangan RPJMD 2011-2015 antara lain adalah tentang kesejahteraan masyarakat (Bab IV, hal 1-4); menjelaskan problem ekonomi dan pelayanan atas kesejahteraan sebagaimana realitas yang ada (angka pengangguran tinggi, angka kemiskinan yang cukup besar). Dalam draft tersebut dijelaskan bahwa pemerintah akan mengoptimalkan program-program guna menangani problem social ekonomi tersebut, misalkan pengangguran dengan membuat balai latihan kerja dan mengoptimalkan sekolah-sekolah kejuruan guna membangun keterampilan warga calon pekerja agar dapat terdistribusikan dalam perusahaan yang lagi membutuhkan tenaga professional.

Namun penanganan untuk mengurangi angka kemiskinan sejumlah 47.658 KK atau 10,70% dari jumlah keluarga seluruh Kabupaten Sidoarjo yang ditulis dalam draft tersebut sangat naïf. Yakni akan menumpuhkan program PNPM, BOS, BLT, dan Jamkesmas. Kita semua tahu bahwa program tersebut (PNPM, BOS, BLT, dan Jamkesmas) adalah program Pemerintah Pusat, mana upaya pemerintah Kabupaten Sidoarjo ?? Mana Program Wajib Belajar 12 Tahun? Mana Optimalisasi Program Jamkesda? Bantuan modal untuk pengusaha kecil menengah?

2 komentar:

Anonim mengatakan...

Lantas apa solusi PUSAKA terhadap permasalahan tersebut ?

Pusat Studi Kebijakan Publik dan Advokasi mengatakan...

PUSAKA:
Kita lagi melakukan studi terhadap isue-isue strategis sebagai acuan kerangka pembangunan sidoarjo lima tahun ke depan.
pada konteks ini, PUSAKA akan buat konsep (draft) RPJMD 2011-2015 tandingan; akan kita ukur dengan hasil BAPPEDA
Tunggu episode selanjutnya
Terima kasih atas kritik dan masukannya, suwun

salam

Posting Komentar