Advokasi Pengelolaan Keuangan Daerah (APBD), Pelayanan Publik, Lumpur Lapindo, Pendampingan Masyarakat

Minggu, 07 September 2014

2015, PEMDA SIDOARJO HARUS SERIUS DAMPINGI UMKM DAN PETANI

Zen Haq, S.Kom
Anggota Devisi Kajian dan Pemberdayaan Masyarakat
PUSAKA SIDOARJO
Pembahasan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) untuk Tahun Aggaran 2015 masih belum dibahas tuntas oleh badan anggaran DPRD Kabupaten Sidoarjo, meskipun peraturan perundang-undangan menentukan bahwa pembahasan KUA-PPAS harus tuntuas pada minggu pertama bulan Juli (Permendagri 13/2006, pasal 86, ayat 3). Kita berharap Tim Anggaran (eksekutif) dan Badan Anggaran (Legislatif) serius melakukan pembahasan tersebut, khususnya peruntukan anggaran untuk masyarakat Sidoarjo.

Bagian dari harapan yang dimaksud adalah ada program/kegiatan yang bersifat khusus untuk mendampingi para pelaku usaha kecil menengah (produksi skala kecial dan industri pengolahan), seperti UMKM dan Pertanian. Karena Kabupaten Sidoarjo merupakan salah satu Kabupaten yang ditunjuk oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai bagian dari daerah yang masuk wilayah agropolitan (didukung melalui surat Gubernur Jawa Timur No. 520/1395/202.2/2013, tertanggal 21 Maret 2013)

Pada dokumen hasil laporan evaluasi pengembangan kawasan agropilitan jawa timur oleh Badan Perencanaan Provinsi Jawa Timur disebutkan bahwa produk unggulan yang ada “kedelai, Padi, Jagung dan Ternak Sapi” yang ada di Kecamatan Krian. Disisi lain kalaupun kita lihat dari realitas di Masyarakat, masih banyak potensi yang perlu dikembangkan (dengan bantuan pemerintah), seperti pengrajin sepatu, pengelolaan hasil tambak, dan produktifitas oleh petani sayur di Kecamatan Candid dan Tulangan

Kita semua tahu, bahwa Tahun 2015 kita akan menghadapi pasar tunggal yang berbasis produksi, yakni era masyarakat ekonomi ASEAN. Kita akan dipaksa untuk melakukan kompetisi--secara ekonomi--dengan Malaysia, Thailand, Singapura, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Kamboja, Myanmar, Filipina, dan enam Negara mitra ASEAN, yakni China, Jepang, Korea Selatan, India, Australia dan Selandia Baru. Era tersebut tidak dapat kita anggap enteng, sehingga perlu ada kesiapan-kesiapan yang sistematis dalam menghadapi tantangan tersebut..

Selain 10 negara yang akan berkompetisi—secara ekonomi—pada tahun 2015, ada enam Negara yang juga akan mempunyai kesempatan yang sama, yang menjadi mitra ASEAN, yakni, Cina, Jepang, Korea Selatan, Selandia Baru, India, Australia. Ada enam komponen ekonomi yang akan menjadi obyek dari dampak pasar ekonomi tunggal (ASEAN dan 6 Negara Mitra), yakni hasil produksi (barang), jasa, modal, investasi dan tenaga kerja terdidik. Konsep ini dimaksudkan agar dapat membangun kawasan ekonomi di ASEAN dan enam Negara Mitra yang terintegrasi dan dapat mempunyai daya saing global.


Di Sidoarjo kita sering mendengar istilah “kota UMKM”. Kita semua juga tahu bahwa di wilayah timur Kabupaten Sidoarjo banyak petani tambak yang terus berproduksi untuk melakukan budidaya bandeng dan udang, serta di Kecamatan Tanggulangin dengan agroindustrinya (mengelola hasil petani tambak) juga terus berkembang. Semuanya itu akan dipertaruhkan pada tahun 2015; apakah kita dapat bersaing dengan para competitor (pengusaha) dari negeri tetangga ? disini peran Pemerintah Sidoarjo menjadi penting, dalam rangka “serius” untuk melindungi dan mendorong potensi tersebut guna dapat bersaing di pasar luar negeri. Kalaupun tidak, mereka (pelaku UMKM dan Petani) akan gulung tikar karena tidak mampu bersaing dengan produk-produk yang dibawa orang asing masuk ke daerah Kabupaten Sidoarjo.

0 komentar:

Posting Komentar