Advokasi Pengelolaan Keuangan Daerah (APBD), Pelayanan Publik, Lumpur Lapindo, Pendampingan Masyarakat

Senin, 14 Maret 2016

HASIL PENJUALAN GAS BUMI TIDAK DISETOR KE KASDA

Hasil eksploitasi Gas Bumi di lapangan Wunut, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo yang dibeli oleh Perusahaan Daerah (PD) Aneka Usaha untuk dijual guna peningkatan pendapatan daerah ternyata tidak ditemukan setor ke Kas Daerah. Pertanyaannya kemudian, kemana hasil penjualan tersebut ?

PT Lapindo Brantas Inc (LBI) pada tahun 2011 melakukan kerjasama dengan PD Aneka Usaha berbentuk perjanjian jual beli gas (PJBG) hasil eksploitasi oleh LBI guna peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Kerjasama antara Lapindo dengan PD Aneka Usaha merujuk pada Pedoman Tata Kerja Nomor (PTKN) 029/PTJ/VII/2009 tentang penunjukan penjual dan penjualan gas bumi/LNG/LPG bagian negara, BUMD berpeluang mengelola distrubusi gas kerjasama dengan K3S (Kontraktor Kontrak Kerja Sama).

Data yang dapat diketahui dari SKK Migas bahwa gas bumi yang dibeli oleh PD Aneka usaha dijual kembali ke PT BTA untuk diolah menjadi CNG dan disalurkanke industri-industri di Trenggalek dan Jawa Tengah; Semarang, Ungaran, Kendal, salah satunya Pabrik Roti Nissin. Namun dari hasil kajian/investigasi yang dilakukan oleh PUSAKA; di tahun 2013 dalam LKPJ Bupati tidak ditemukan nilai setoran dari hasil penjualan tersebut. Dalam dokumen tersebut hanya menyebutkan pendapatan dari unit usaha Delta Grafika (salah satu unit usaha yang ada dibawah naungan PD Aneka Usaha).

Entah berapa besaran nilai rupiah dengan volume kontrak yang dilakukan oleh PD Aneka Usaha dengan LBI, tim kajian PUSAKA terus berusaha untuk menghitungnya. Yang pasti, keganjilan pada dokumen tersebut sudah sangat jelas; bahwa tidak ada nilai yang disetor oleh PD Aneka Usaha dari hasil penjualan Gas Bumi. Harapan besar kami, pada awal periodesasi Pemerintahan Kabupaten Sidoarjo 2016-2021 dapat melakukan evaluasi secara mendalam terhadap dugaan tersebut, agar kedepan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo tidak lagi kecolongan dalam mengelola pendapatan asli daerah (sebagai potensi keuangan) guna membiayai pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Sidoarjo.

1 komentar:

Andu Amreta mengatakan...

Yang menyimpang harus digiring ke jalan yang benar. Kalau tidak mau dengar ya udah di-wassalam-kan.

Posting Komentar